7/10/11

Summer Job a la Damar


Musim panas adalah musim yang tepat bagi para mahasiswa (dan mantan mahasiswa yang masih menganggur) untuk mencari uang biar bisa jalan-jalan. Sejak musim semi biasanya orang sudah mulai mendaftar summer job di berbagai perusahaan. Begitu juga gue. Sebelum musim panas sudah menyebarkan lamaran ke perusahaan-perusahaan besar seperti IKEA, H&M, Volvo, Ericsson, Electrolux, SAAB, Nordea dkk. Posisinya macem-macem; dari yang ecek-ecek sampe kerjaan super serius. Namun entahlah, rejeki gue sepertinya belum nongol dari mereka.

Persaiangan perburuan kerja memang ketat, terlebih buat gue yang nilai kuliahnya pas-pasan, kemampuan bahasa Swedia yang masih terbata-bata, plus bahasa Inggris yang ga bagus-bagus amat. Tapi konon rejeki sudah ada yang ngatur, kita tinggal berusaha tanpa putus asa dan bersabar, bener nggak?! *mencoba menghibur :)*
Meski banyak menerima surat penolakan, gue masih diberi rejeki dan punya berbagai kegiatan untuk mengisi summer, jadinya nggak bete-bete amat. Berikut diantaranya:

Summer 2009:
Gue diperbantukan sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) pada Pemilu 2009 di KBRI Stockholm. Gue anggap ini sebagai summer job karena memang dibayar, meskipun tidak seberapa. Dengan bekerja disini gue memperluas pergaulan dengan masyarakat Indonesia yang ada di Swedia, khususnya di Stockholm. Dan satu lagi; biasanya kita diberi fasilitas free lunch setiap bekerja! hehe.. *biar pada semangat*
Pemilu 2009: Bersama Ibu Duta Besar Indonesia di Swedia
Uang yang gue dapet dari sini gue pake buat backpacking ke Jerman (Wiesloch, Heidelberg & Würzburg) dan Italia (Milan, Venice & Rome), plus boat trip ke Finlandia (Helsinki).

Summer 2010: 
Persis setelah gue menyelesaikan thesis, gue harus berhadapan dengan borrelia yang menyerang saraf wajah gue. Boro-boro mikirin cari summer job, yang ada malah pulang balik ke rumah sakit biar gue bisa menggerakan kembali wajah sebelah kiri. 
Setelah sembuh, gue merayakan dengan jalan-jalan ke Finlandia (Vaasa & Laihia) dan mudik ke Bandung untuk merayakan lebaran

Summer 2011:
Pertengahan bulan Mei tahun ini gue dapet kesempatan bantu-bantu temen gue yang punya cafe; dari mulai melayani order, menerima pembayaran di kassa, nganter makanan/minuman ke meja, ngangkut piring kotor, nyuci piring, dlsb. Segala macem deh! Secara yang kerja cuma gue dan sang pemilik cafe.
Orang-orang yang dateng ke tempat ini sebagian besar adalah orang-orang yang tinggal atau bekerja di sekitar cafe. Mereka datang untuk lunch atau sekedar ngopi plus nangkring. Lumayan lah, melalui kerja disini gue bisa praktek bahasa Swedia dan dapet ilmu jadi barista. Gue sekarang bisa lho bikin espresso, macchiato, cappuccino dan latte! :)


Trus pas ada Thai Festival di Kungsträdgården bulan lalu, gue juga diperbantukan di salah satu restoran thai yang buka gerai di acara tersebut. Kerjanya sebenernya enteng; cuma melayani order. Tapi jadi ribet karena pengunjung yang dateng kesana kebanyakan adalah orang Thailand yang ada di Stockholm yang jumlahnya ribuan! Mereka umumnya mengira kalo gue orang thai juga, jadinya mereka selalu ngajak ngomong gue dengan bahasa mereka. "blep#@€sa%&€??!" Repot deh!


Banyak juga sih orang Swedia yang dateng ke festival tersebut, yang umumnya sangat tertarik dengan kebudayaan Thailand dan sudah sering liburan ke negara tetangga kita tersebut. Mereka biasanya sudah bisa menggunakan beberapa kalimat dalam bahasa thai buat mesen makanan dan dengan senang hati pengen mempraktekannya ke gue. Guenya yang kelabakan!! 

Bulan Juni lalu gue diajak temen gue kerja di Grand Hotel Saltsjöbaden. Langsung dengan girang gue sambar tawaran ini. Hotel bintang empat ini lokasinya persis di pinggir pantai dengan pemandangan perairan Stockholm yang indah. Kerjanya di dapur dan ruang makan; mempersiapkan dan melayani breakfast para tamu. Kalo pas istirahat, biasanya gue ngerokok bareng temen-temen di teras belakang hotel, menikmati indahnya pantai. 


pemandangan belakang hotel
sumber: www.grandsaltsjobaden.se
Di hotel ini tamunya berasal dari mancanegara, jadinya gue berbasa-basi sama mereka kebanyakan dalam bahasa Inggris. Menurut gue kerja disini menyenangkan karena temennya asik-asik. Breakfast tentu saja terjamin! plus dapet lunch hasil karya para chef handal, hehe. Sayang jam kerjanya dimulai jam enam pagi, jadinya gue harus bangun tidur jam setengah lima karena perjalanan dari rumah gue ke hotel memakan waktu sekitar satu jam. Tapi ya gue yakin kerja dimanapun pasti ada plus minusnya. Kalo gue sih mencoba melupakan minusnya dan menikmati plusnya. 
Hmmm, pendapatan summer ini mau dipake buat jalan-jalan kemana ya? :D We'll see!

8 comments:

Call me Batz said...

yup..setiap kerja ada plus dan minusnya..jika kita fokus pada minusnya saja..maka hidup kita akan terasa sedih dan tidak menyenangkan..
anw..salam kenal ya..
aq ijin follow ..thx

damz said...

@Batz: yup, stuju banget! Salam kenal, thanks sudah mampir kemari.

Cipu said...

Hi Damz,

Saya kalo summer malah ga bisa kerja karena pasti pulang ke Indonesia. Anyway, thanks sudah mampir yah. Saya add link nya di blogroll ku yah.

damz said...

@cipu: thanks for visiting & adding my blog on your blogroll! Hmmm, jadi pengen pulang ke Indonesia juga.. apalagi sebentar lagi lebaran..

Nelda said...

alo alo...jadinya liburan kemana? minggu depan gue ambil liburan tapi kerja jadi volunteer di satu festival gitu, biarin dah, gak kemana-mana tapi dapat pengalaman baru, ya gak? Lebaran pulang lu? Salam aja ya:)

damz said...

@Nelda: Hola! Sampe sekarang gue belom bisa liburan.. rencananya sih entar September mau ke Austria, mudah-mudahan masih hangat..
Seru juga tuh jadi volunteer, nambah temen nambah pengalaman! Have fun ya!
Lebaran nggak mudik nih, makan ketupat di KBRI aja sepertinya.. :D
Salam!

Winnie said...

hebat banget semangat juangmu ... salut2 ^^ ... cerita2 ya soal jalan2nya ... hehe :)

damz said...

@Winnie: thanks! sip sip, nanti cerita jalan-jalannya gue bagi disini :)