11/20/09
good bye summer!
musim panas berlalu sudah, berganti langsung ke musim dingin.. tapi tetep kegiatan jalan-jalan (setidaknya di dalam kota harus tetap diadakan..) silahkan cek video edisi musim gugur/dingin a la anak-anak ppi swedia-stockholm berikut ini.. :)
9/19/09
summer events in stockholm
bazaar @ skansen
acara pertunjukan seni dari berbagai negara.. indonesia juga tampil disini dengan poco-poco dan tari topeng..
pride parade
kayak mardi gras gitu dehh.. ga bakalan ada di kampung halaman mengingat kurang sesuai sama budaya ketimuran, hehe.. liat sendiri aja fotonya, seru! :D

stockholm jazz festival
ternyata musiknya ga jazz-jazz amat, bisa dinikmati siapa aja.. ada joss stone, estele, raphael saadiq, erykah badu dll.. keren abis!
stockholm marathon
ga tau kenapa disini acara marathon sering banget diadakan dengan berbagai judul.. dan ajaibnya selalu rame, orang-orang ternyata pada demen nonton orang lari..

acara pertunjukan seni dari berbagai negara.. indonesia juga tampil disini dengan poco-poco dan tari topeng..
pride paradekayak mardi gras gitu dehh.. ga bakalan ada di kampung halaman mengingat kurang sesuai sama budaya ketimuran, hehe.. liat sendiri aja fotonya, seru! :D

stockholm jazz festivalternyata musiknya ga jazz-jazz amat, bisa dinikmati siapa aja.. ada joss stone, estele, raphael saadiq, erykah badu dll.. keren abis!
stockholm marathonga tau kenapa disini acara marathon sering banget diadakan dengan berbagai judul.. dan ajaibnya selalu rame, orang-orang ternyata pada demen nonton orang lari..

9/8/09
8/25/09
italy part 3: rome
Ibu kota Italia ini adalah kota favorit gue.. peninggalan sejarahnya menakjubkan, kayak outdoor museum.. makanan (pizza dkk) & es-krim nya juara!!Informasi tentang Roma bisa dilihat disini atau di official site of city of Rome.
Sisi lain Roma: Banyak imigran & gembel (pake HP pula!)..+ corat-coret menghiasi dinding kota, tapi tetep keren kok! :)
italy part 2: venice

Indah bukan?!! Silahkan liat sendiri deh fotonya, susah digambarkan dengan kata-kata.. :)
Informasi mengenai Venice bisa dilihat di the website of Venice atau wikipedia.
italy part 1: milan
Info tentang Milan bisa dicek disini.Kalo mau baca buku tentang perjalanan orang Indonesia di Italia, gue saranin beli buku "Ciao Italia! catatan petualangan empat musim".
germany part 3: würzburg
Kota ke-3 yang saya kunjungi di Jerman adalah Würzburg, sekitar 120 kilometer sebelah Timur Frankfurt. Kota ini sangat kaya akan sejarah mengingat usianya yang sudah sudah menginjak 1305. Dengan menggunakan kereta dari Wiesloch, perjalanan yang ditempuh sekitar 3 jam ini ternyata tidak begitu terasa karena pemandangan yang disuguhkan sepanjang rel sangat luar biasa. Sungai yang bersih, hutan dan pegunungan yang hijau, serta rumah-rumah tradisional tertata sedemikian rupa seperti gambar-gambar yang sering kita jumpai di kalender.

Untuk menjelajahi tempat-tempat turistik di Würzburg, kita tidak membutuhkan alat transportasi lokal (walaupun bis dalam kota tersedia), pasalanya lokasi tempat-tempat ini saling berdekatan. Dengan rute penjelajahan yang benar semuanya bisa dijangkau dengan jalan kaki, start & finish di stasiun kereta Würzburg. Jangan khawatir tersesat karena peta yang sangat informatif tersedia secara gratis di stasiun kereta untuk membantu para pendatang menjelajahi peninggalan sejarah di salah satu kota tua di Jerman.
Info mengenai Würzburg bisa diliat di wikipedia atau di website city of Würzburg.

Untuk menjelajahi tempat-tempat turistik di Würzburg, kita tidak membutuhkan alat transportasi lokal (walaupun bis dalam kota tersedia), pasalanya lokasi tempat-tempat ini saling berdekatan. Dengan rute penjelajahan yang benar semuanya bisa dijangkau dengan jalan kaki, start & finish di stasiun kereta Würzburg. Jangan khawatir tersesat karena peta yang sangat informatif tersedia secara gratis di stasiun kereta untuk membantu para pendatang menjelajahi peninggalan sejarah di salah satu kota tua di Jerman.
Info mengenai Würzburg bisa diliat di wikipedia atau di website city of Würzburg.
7/22/09
germany part 2: wiesloch
Jika teman saya tidak tinggal di kota ini, mungkin saya tidak akan pernah menginjakkan kaki di Wiesloch, kota berpenduduk sekitar 25000 orang yang berada 13 km sebelah selatan Heidelberg.. Kota ini bukanlah kota wisata, tidak ada kastil megah atau benteng-benteng gagah peninggalan raja jaman dulu.. tidak ada juga pantai berpasir putih dimana orang bisa berjemur dan berpesta sampai pagi.. tapi pemandangan alam Wiesloch yang masih sangat asri dengan kontur yang agak berbukit sangat layak untuk dinikmati..
Berikut beberapa fakta menarik yang saya alami di Wiesloch:
Saya nemu pizza dengan rasa kebab Turki paling dahsyat disini.. Enaaaaak banget, plus pedasnya mantap! Suatu saat kalo saya kesana lagi, hal yang tidak akan terlewatkan adalah pizza ini.. sayang saya tidak ingat nama restorannya apa.. lain kali saya update info ini..
Menghirup udara minim polusi, sambil menikmati indahnya pemandangan perkebunan anggur bagi orang udik seperti saya mungkin selama ini cuma ada di alam mimpi.. paling banter suasana seperti ini bisa dilihat di programnya discovery travel & living atau di film-film berlatar belakang perkampungan Italia.. tapi kali ini saya mengalami sendiri dalam dunia nyata ..berjalan-jalan ke perkebunan anggur yang dibuat oleh Johann Philipp Bronner, seorang pharmacist & viticulture pioneer yang terkenal dari abad 18.. dan lebih menarik lagi karena kami berjalan-jalan kesana dengan bersepeda! ..tapi sayang, anggurnya belum berbuah, baru keliatan bunganya aja, jadi ga bisa nyomot anggur dari pohonnya langsung..
Di bulan Juni anggur memang baru berbunga, tapi cherry sudah panen raya! Di super market atau di tenda-tenda pinggir jalan banyak dijumpai orang berjualan cherry segar.. Pengen?? Ga usah beli! mending cari pohonnya, dan petik sendiri!! Emang boleh?? ya boleh saja, wong pohon itu ga ada yang punya kok.. dan itulah yang kami lakukan sambil jalan-jalan di sekitar rumah teman saya itu, hihi.. seru abis!

Untuk menemani hari yang cerah, es krim bisa menjadi pilihan untuk kita nikmati sambil jalan-jalan di sekitar pusat kota.. Beberapa bangunan menarik seperi gereja, penjara, dan rumah-rumah tradisional jerman yang dilestarikan bisa ditemui disini. Atau mau berbelanja pun bisa, kebetulan waktu saya kesana sedang ada discount besar di beberapa toko.. O iya, harga-harga barang di Jerman relatif lebih murah dibanding di Swedia, dan sebenarnya sangat menarik untuk belanja disini, tapi sayang tiket pesawat yang saya miliki hanya mengijinkan saya untuk membawa 1 tas ke kabin dengan berat max 10 kg, sehingga tidak mungkin bagi saya untuk belanja di Jerman.. Tapi menurut saya mengambil penerbangan seperti ini adalah salah satu cara yang efektif bagi backpacker untuk mengendalikan pengeluaran.. Karena terkadang kita sering tergoda untuk membeli sesuatu yang tidak begitu perlu pada saat traveling, right?
Berbicara mengenai traveling, di salah satu toko buku di stasiun kereta Wiesloch kami nemu beberapa buku dengan judul seperti ini: "senk ju vor träwelling" dan "wie wisch ju a plessent dschörni".. Kalau sepintas judul buku tersebut seperti bahasa jerman, tapi coba lihat sekali lagi!! ternyata itu cara pengucapan untuk 'thank you for traveling' dan 'we wish you a pleasant journey'.. Entahlah isi buku itu mengenai apa, mungkin mengenai cara belajar bahasa Inggris buat orang Jerman.. silahkan cek sendiri! :)
Selain berjalan-jalan di sekitar kota Wiesloch, saya juga menikmati saat-saat berada di rumah sang tuan rumah: Terre & Steve.. Bagiamana tidak?! mereka senang masak, sehingga berbagai hidangan Indonesia yang lezat selalu menjadi menu penangkal lapar setiap hari.. dan satu hal yang tidak akan terlupakan adalah saat-saat dimana kami mengisi malam dengan berteriak-teriak menyanyikan lagu-lagu Batak diiringi alunan piano.. kebetulan si Terre ini jago maen pianonya.. Sungguh kombinasi yang unik bukan?! di Jerman, gue yang orang Sunda nyanyi lagu Batak diiringi piano.. tapi asli, sangat menyenangkan!! *masih bersambung*
Berikut beberapa fakta menarik yang saya alami di Wiesloch:
Saya nemu pizza dengan rasa kebab Turki paling dahsyat disini.. Enaaaaak banget, plus pedasnya mantap! Suatu saat kalo saya kesana lagi, hal yang tidak akan terlewatkan adalah pizza ini.. sayang saya tidak ingat nama restorannya apa.. lain kali saya update info ini..
Menghirup udara minim polusi, sambil menikmati indahnya pemandangan perkebunan anggur bagi orang udik seperti saya mungkin selama ini cuma ada di alam mimpi.. paling banter suasana seperti ini bisa dilihat di programnya discovery travel & living atau di film-film berlatar belakang perkampungan Italia.. tapi kali ini saya mengalami sendiri dalam dunia nyata ..berjalan-jalan ke perkebunan anggur yang dibuat oleh Johann Philipp Bronner, seorang pharmacist & viticulture pioneer yang terkenal dari abad 18.. dan lebih menarik lagi karena kami berjalan-jalan kesana dengan bersepeda! ..tapi sayang, anggurnya belum berbuah, baru keliatan bunganya aja, jadi ga bisa nyomot anggur dari pohonnya langsung..
Di bulan Juni anggur memang baru berbunga, tapi cherry sudah panen raya! Di super market atau di tenda-tenda pinggir jalan banyak dijumpai orang berjualan cherry segar.. Pengen?? Ga usah beli! mending cari pohonnya, dan petik sendiri!! Emang boleh?? ya boleh saja, wong pohon itu ga ada yang punya kok.. dan itulah yang kami lakukan sambil jalan-jalan di sekitar rumah teman saya itu, hihi.. seru abis!

Untuk menemani hari yang cerah, es krim bisa menjadi pilihan untuk kita nikmati sambil jalan-jalan di sekitar pusat kota.. Beberapa bangunan menarik seperi gereja, penjara, dan rumah-rumah tradisional jerman yang dilestarikan bisa ditemui disini. Atau mau berbelanja pun bisa, kebetulan waktu saya kesana sedang ada discount besar di beberapa toko.. O iya, harga-harga barang di Jerman relatif lebih murah dibanding di Swedia, dan sebenarnya sangat menarik untuk belanja disini, tapi sayang tiket pesawat yang saya miliki hanya mengijinkan saya untuk membawa 1 tas ke kabin dengan berat max 10 kg, sehingga tidak mungkin bagi saya untuk belanja di Jerman.. Tapi menurut saya mengambil penerbangan seperti ini adalah salah satu cara yang efektif bagi backpacker untuk mengendalikan pengeluaran.. Karena terkadang kita sering tergoda untuk membeli sesuatu yang tidak begitu perlu pada saat traveling, right?
Berbicara mengenai traveling, di salah satu toko buku di stasiun kereta Wiesloch kami nemu beberapa buku dengan judul seperti ini: "senk ju vor träwelling" dan "wie wisch ju a plessent dschörni".. Kalau sepintas judul buku tersebut seperti bahasa jerman, tapi coba lihat sekali lagi!! ternyata itu cara pengucapan untuk 'thank you for traveling' dan 'we wish you a pleasant journey'.. Entahlah isi buku itu mengenai apa, mungkin mengenai cara belajar bahasa Inggris buat orang Jerman.. silahkan cek sendiri! :)
Selain berjalan-jalan di sekitar kota Wiesloch, saya juga menikmati saat-saat berada di rumah sang tuan rumah: Terre & Steve.. Bagiamana tidak?! mereka senang masak, sehingga berbagai hidangan Indonesia yang lezat selalu menjadi menu penangkal lapar setiap hari.. dan satu hal yang tidak akan terlupakan adalah saat-saat dimana kami mengisi malam dengan berteriak-teriak menyanyikan lagu-lagu Batak diiringi alunan piano.. kebetulan si Terre ini jago maen pianonya.. Sungguh kombinasi yang unik bukan?! di Jerman, gue yang orang Sunda nyanyi lagu Batak diiringi piano.. tapi asli, sangat menyenangkan!! *masih bersambung*
7/15/09
germany part 1: heidelberg
Musim panas ini saya berkesempatan mengunjungi Jerman dengan bermodalkan tiket pesawat yang murah meriah.. Sangat beruntung saya tidak usah bersusah payah memikirkan bed & breakfast (bahkan dinner!) berkat kebaikan Terre & Steve yang rela menjadi host sekaligus tour guide selama saya di Jerman..
Kota pertama yang saya kunjungi adalah Heidelberg, yang konon merupakan salah satu kota paling indah di Jerman dengan landscape berbukit-bukit, dialiri sungai Neckar yang bersih, plus berbagai warisan sejarah masa lalu.. Tidak heran kalau jutaan orang setiap tahunnya berkunjung kesini untuk menyaksikan sendiri keindahannya.
Setelah menempuh 2 jam perjalanan dengan menggunakan bis dari Frankfurt-Hahn Airport via Mannheim, kami langsung menaruh ransel dan segala macam tentengan di locker terminal Heidelberg agar bisa berjalan-jalan tanpa beban di pundak, tak sabar rasanya ingin segera mengeksplorasi kota ini.
Perut diisi dengan mie bakso ayam di restoran thai (maklum perut asia!), lalu kami pun memulai perjalanan dengan menyusuri altstadt (kota tua).. Jalan yang terbuat dari batu yang disusun rapi adalah pemandangan khas di setiap kota tua di Eropa, tidak terkecuali di sini, plus bangunan-bangunan kuno di kiri kanan jalan yang masih sangat terawat yang difungsikan sebagai fasilitas penunjang pariwisata seperti hotel, restoran, bar, toko dll berderet dan tertata dengan apik, menarik pengunjung untuk membelanjakan euro-nya.. Dinding-dinding berorientasi bisnis tersebut berdampingan selaras dengan beberapa bangunan gereja yang memiliki daya tarik lain.. Selain kekuatan religius gereja-gereja ini memiliki daya tarik sejarah yang sangat besar mengingat usianya yang sudah uzur, malah salah satunya dibangun pada abad ke-12.. Di sekitarnya berjejer kios-kios yang menjual berbagai macam souvenir berdekatan dengan plaza yang dipadati meja-meja cafe outdoor, tempat pengunjung menikmati kopi sambil menikmati hangatnya summer.
Masih di komplek yang sama berdiri University of Heidelberg, salah satu institusi pendidikan paling tua di Eropa yang didirikan pada tahun 1385.. **pantesan ya negara mereka maju, budaya sekolahnya udah ada dari jaman dulu!!** Gedung-gedung ini menjadi objek tujuan wisata selain karena arsitekturnya yang indah, juga karena sejarah panjang yang ada dibelakangnya.. Orang-orang yang cinta akan sejarah pasti sangat senang mengeksplorasi cerita-cerita masa lalu di balik bangunan tersebut.. Namun bagi saya hal yang sangat menyenangkan adalah saat-saat setelah menyusuri kota tua tersebut dimana terlihat bukit hijau yang di atasnya berdiri (reruntuhan) kastil yang masih menampakkan kemegahannya.. Kastil inilah yang merupakan daya tarik utama pariwisata yang sekaligus landmark kota Heidelberg.

Jalan menanjak curam mau tidak mau harus kami lalui untuk bisa melihat dari dekat Kastil Heidelberg. Memang capek, namun perjuangan itu terbayar setelah sampai di atas bukit.. Di sana kita tidak hanya bisa menyaksikan secara lebih jelas peninggalan bersejarah tersebut, namun juga bisa menikmati indahnya taman-taman kerajaan di atas bukit, plus view ke arah altstadt di tepi sungai Neckar yang menakjubkan.. **sempat terpikir bagaimana orang jaman dulu mendirikan bangunan megah di lokasi yang sulit dijangkau**
Setelah puas berkeliling di taman, minum kopi panas di cafe tepat di depan kastil rasanya merupakan pilihan bijaksana untuk mengembalikan energi yang hilang sambil meluruskan kaki.. Selanjutnya perjalanan menurun dari atas bukit bukan masalah sama sekali, bisa dinikmati sambil merokok dan bernyanyi-nyanyi.
Jembatan tua yang memotong sungai Neckar adalah tujuan kami berikutnya.. Gapuranya yang megah di ujung jembatan seolah-olah menjadi pintu gerbang menuju altstadt.. Konstruksi ini didirikan pada abad ke 17, pernah hancur pada masa perang dunia ke-2, kemudian dibangun kembali dan dibuka tahun 1947.. Dari jembatan tampak altstadt yang padat dan Kastil Heidelberg di atasnya.. Sementara di sisi yang lain terlihat bukit-bukit hijau yang masih sangat asri.. Dan jika melihat ke bawah, air sungai Neckar tampak mengalir tanpa sampah sama sekali.. Di sekitar jembatan ini banyak terdapat hotel, toko dan restoran.. Ada juga kapal yang menawarkan wisata sightseeing, tapi sayang kami tidak sempat mencobanya. Saat itu hari sudah sore, kami harus segera mengambil tas di locker terminal dan melanjutkan perjalanan ke Wiesloch.. **bersambung**
Kota pertama yang saya kunjungi adalah Heidelberg, yang konon merupakan salah satu kota paling indah di Jerman dengan landscape berbukit-bukit, dialiri sungai Neckar yang bersih, plus berbagai warisan sejarah masa lalu.. Tidak heran kalau jutaan orang setiap tahunnya berkunjung kesini untuk menyaksikan sendiri keindahannya.
Setelah menempuh 2 jam perjalanan dengan menggunakan bis dari Frankfurt-Hahn Airport via Mannheim, kami langsung menaruh ransel dan segala macam tentengan di locker terminal Heidelberg agar bisa berjalan-jalan tanpa beban di pundak, tak sabar rasanya ingin segera mengeksplorasi kota ini.
Perut diisi dengan mie bakso ayam di restoran thai (maklum perut asia!), lalu kami pun memulai perjalanan dengan menyusuri altstadt (kota tua).. Jalan yang terbuat dari batu yang disusun rapi adalah pemandangan khas di setiap kota tua di Eropa, tidak terkecuali di sini, plus bangunan-bangunan kuno di kiri kanan jalan yang masih sangat terawat yang difungsikan sebagai fasilitas penunjang pariwisata seperti hotel, restoran, bar, toko dll berderet dan tertata dengan apik, menarik pengunjung untuk membelanjakan euro-nya.. Dinding-dinding berorientasi bisnis tersebut berdampingan selaras dengan beberapa bangunan gereja yang memiliki daya tarik lain.. Selain kekuatan religius gereja-gereja ini memiliki daya tarik sejarah yang sangat besar mengingat usianya yang sudah uzur, malah salah satunya dibangun pada abad ke-12.. Di sekitarnya berjejer kios-kios yang menjual berbagai macam souvenir berdekatan dengan plaza yang dipadati meja-meja cafe outdoor, tempat pengunjung menikmati kopi sambil menikmati hangatnya summer.
Masih di komplek yang sama berdiri University of Heidelberg, salah satu institusi pendidikan paling tua di Eropa yang didirikan pada tahun 1385.. **pantesan ya negara mereka maju, budaya sekolahnya udah ada dari jaman dulu!!** Gedung-gedung ini menjadi objek tujuan wisata selain karena arsitekturnya yang indah, juga karena sejarah panjang yang ada dibelakangnya.. Orang-orang yang cinta akan sejarah pasti sangat senang mengeksplorasi cerita-cerita masa lalu di balik bangunan tersebut.. Namun bagi saya hal yang sangat menyenangkan adalah saat-saat setelah menyusuri kota tua tersebut dimana terlihat bukit hijau yang di atasnya berdiri (reruntuhan) kastil yang masih menampakkan kemegahannya.. Kastil inilah yang merupakan daya tarik utama pariwisata yang sekaligus landmark kota Heidelberg.

Jalan menanjak curam mau tidak mau harus kami lalui untuk bisa melihat dari dekat Kastil Heidelberg. Memang capek, namun perjuangan itu terbayar setelah sampai di atas bukit.. Di sana kita tidak hanya bisa menyaksikan secara lebih jelas peninggalan bersejarah tersebut, namun juga bisa menikmati indahnya taman-taman kerajaan di atas bukit, plus view ke arah altstadt di tepi sungai Neckar yang menakjubkan.. **sempat terpikir bagaimana orang jaman dulu mendirikan bangunan megah di lokasi yang sulit dijangkau**
Setelah puas berkeliling di taman, minum kopi panas di cafe tepat di depan kastil rasanya merupakan pilihan bijaksana untuk mengembalikan energi yang hilang sambil meluruskan kaki.. Selanjutnya perjalanan menurun dari atas bukit bukan masalah sama sekali, bisa dinikmati sambil merokok dan bernyanyi-nyanyi.
Jembatan tua yang memotong sungai Neckar adalah tujuan kami berikutnya.. Gapuranya yang megah di ujung jembatan seolah-olah menjadi pintu gerbang menuju altstadt.. Konstruksi ini didirikan pada abad ke 17, pernah hancur pada masa perang dunia ke-2, kemudian dibangun kembali dan dibuka tahun 1947.. Dari jembatan tampak altstadt yang padat dan Kastil Heidelberg di atasnya.. Sementara di sisi yang lain terlihat bukit-bukit hijau yang masih sangat asri.. Dan jika melihat ke bawah, air sungai Neckar tampak mengalir tanpa sampah sama sekali.. Di sekitar jembatan ini banyak terdapat hotel, toko dan restoran.. Ada juga kapal yang menawarkan wisata sightseeing, tapi sayang kami tidak sempat mencobanya. Saat itu hari sudah sore, kami harus segera mengambil tas di locker terminal dan melanjutkan perjalanan ke Wiesloch.. **bersambung**
6/21/09
makanan di swedia
an alien in copenhagen beberapa waktu yang lalu nge-tag gue untuk bercerita mengenai 7 makanan swedia yang gue suka dan yang gue ga suka.. terus terang ini merupakan tugas berat karena gue jarang sekali makan makanan swedia meskipun ternyata sudah hampir satu tahun menginjakkan kaki di salah satu negeri skandinavia ini..
namun demikian kali ini gue berusaha mencoba menampilkan 7 makanan favorit yang gue temui di swedia (entah itu makanan swedia atau bukan!) dan 7 makanan yang kurang favorit buat gue :)
berikut adalah 7 makanan favorit gue:

1. kanelbullar
roti khas swedia dengan aroma kayu manis yang kuat. sangat nikmat jika dimakan hangat-hangat di pagi hari sebagai menu sarapan.. mengingat rasanya yang manis, roti ini cocok dipadukan dengan kopi yang tidak begitu manis (malah kalo orang swedia biasanya minum kopi tanpa gula atau susu sama sekali).
2. kottbullar
bola-bola daging ini umumnya terbuat dari daging babi, daging sapi, atau kombinasi keduanya. tapi di beberapa toko bisa kita temui kottbullar yang terbuat dari daging ayam atau kalkun. makanan ini bisa disandingkan dengan mashed potatoes, spaghetti atau nasi.. kottbullar yang siap goreng dengan berbagai merk gampang sekali didapat di toko-toko bahan makanan di swedia.
3. svenska lantchips
keripik kentang ini adalah cemilan wajib gue.. agak berbeda dengan keripik kentang pada umumnya, keripik ini memiliki tekstur yang lebih keras dan sedikit lebih tebal. tersedia dalam berbagai rasa, tapi yang paling mantap menurut gue adalah yang rasa sour cream & onion!
4. kokosbollar
kue coklat yang di luarnya ditaburi dengan kelapa.. kalo nangkring di kafe sambil ngobrol, rasanya kurang afdol kalo nggak ngemil, setidaknya kue kecil untuk menemani kopi hangat. pilihan gue biasanya sih jatuh kepada kokosbollar ini.. konon ada yang menyebut kue ini munkar, mums, chokladbollar atau gräddbullar.. lain daerah lain sebutannya!
5. som tam thai
dari namanya makanan ini jelas bukan makanan swedia! :) tapi karena gue pertama kali gue nemu salad ini di salah satu restoran thai di stockholm yang rasanya ternyata uenaaaaaaaaak banget, sepertinya gue perlu memasukkan makanan ini ke daftar makanan favorit ini. salad dari bahan pepaya muda ini rasanya seger dan pedas.. buat yang suka masakan asia, sekali nyoba dijamin ketagihan!
6. plaa nin taat
menu yang satu ini adalah sahabat kentalnya som tam thai.. ikan tilapia yang digoreng kering plus sambel kecap adalah pengobat rindu ikan gurame goreng yang agak mustahil ditemui di stockholm!
7. potatisgratäng
olahan kentang yang dipadukan dengan susu, cream (grädde), garam dan bawang ini menurut gue sebenarnya tidak memiliki rasa yang terlalu istimewa. tapi justru karena rasanya yang nggak aneh ini, potatisgratäng hampir selalu cocok dengan lidah siapapun, termasuk lidah gue yang sangat asia.
hal yang sangat berat bagi gue untuk men-judge suatu makanan untuk tidak gue sukai, karena pada dasarnya gue adalah pemakan segala.. terutama setelah gue hijrah ke swedia dan bernasib menjadi anak kos, makanan apapun rasanya bisa dengan cepat menyesuaikan dengan lidah gue.. so, berikut ini adalah 7 makanan yang ga begitu favorit buat gue, tapi kalo ada mungkin akan tetep gue makan juga, hehe..

1. semlor
kue ini biasanya muncul hanya menjelang paskah.. bentuknya menarik, tapi rasanya ternyata standar banget.. tidak seindah penampakannya..
2. lussekatt/lussebullar
lussekatt dalam bahasa swedia secara harfiah berarti kucing santa lucia.. apakah bentuk roti ini memang sepeti kucing?? entahlah! yang pasti rasanya sangat biasa saja, malah cenderung hambar.. again, tidak seindah penampakannya.. roti dengan hiasan 2 buah kismis ini biasanya muncul menjelang hari santa lucia yang dirayakan umat kristen di swedia setiap tanggal 13 desember.
3. dammsugare
entah kenapa kue berwarna hijau ini diberi nama dammsugare yang artinya vacuum cleaner/penyedot debu.. mungkin karena bentuknya kali ya?! ketika pertama kali gue liat kue ini, yang ada di bayangan gue adalah pisang & coklat meses di dalamnya yang digulung bolu beraroma pandan.. hmmm, tapi ternyata bukan.. entah dari apa dibikinnya, yang jelas rasanya terlalu manis.. kalo orang sunda bilang sih ’giung’.. tapi mungkin akan pas kalo makan kue ini diiringi dengan kopi pahit.
4. prinsesstårta
kue ini juga ternyata ’giung’, rasanya lebih mirip permen karet.. padahal bentuk dan warnanya sangat menggoda!
5. gravlax
ikan salmon yang diawetkan ini biasanya disajikan sebagai makanan pembuka.. diiris tipis-tipis, dimakan dengan roti dan mustard.. gue sih ngeliatnya aja udah enek duluan. mendingan sashimi kemana-mana deh! :D
6. surströmming
ini adalah ikan herring yang difermentasi.. katanya sih baunya sangat kuat, ngalahin durian!.. gue sendiri ga pernah nyobain makanan ini karena udah ngeri duluan ngedenger cerita-cerita orang mengenai baunya yang sangat mengganggu itu..
7. knäckebröd
roti keras ini biasanya adalah menu makan pagi orang swedia. dipadukan dengan keju, selai, gravlax, caviar, atau apapun.. rasanya sih gak aneh, tapi teksturnya keras dan kayaknya kering sekali.. ga cocok buat gue yang selalu makan pagi terburu-buru, bisa-bisa malah tersedak..
namun demikian kali ini gue berusaha mencoba menampilkan 7 makanan favorit yang gue temui di swedia (entah itu makanan swedia atau bukan!) dan 7 makanan yang kurang favorit buat gue :)
berikut adalah 7 makanan favorit gue:

1. kanelbullar
roti khas swedia dengan aroma kayu manis yang kuat. sangat nikmat jika dimakan hangat-hangat di pagi hari sebagai menu sarapan.. mengingat rasanya yang manis, roti ini cocok dipadukan dengan kopi yang tidak begitu manis (malah kalo orang swedia biasanya minum kopi tanpa gula atau susu sama sekali).
2. kottbullar
bola-bola daging ini umumnya terbuat dari daging babi, daging sapi, atau kombinasi keduanya. tapi di beberapa toko bisa kita temui kottbullar yang terbuat dari daging ayam atau kalkun. makanan ini bisa disandingkan dengan mashed potatoes, spaghetti atau nasi.. kottbullar yang siap goreng dengan berbagai merk gampang sekali didapat di toko-toko bahan makanan di swedia.
3. svenska lantchips
keripik kentang ini adalah cemilan wajib gue.. agak berbeda dengan keripik kentang pada umumnya, keripik ini memiliki tekstur yang lebih keras dan sedikit lebih tebal. tersedia dalam berbagai rasa, tapi yang paling mantap menurut gue adalah yang rasa sour cream & onion!
4. kokosbollar
kue coklat yang di luarnya ditaburi dengan kelapa.. kalo nangkring di kafe sambil ngobrol, rasanya kurang afdol kalo nggak ngemil, setidaknya kue kecil untuk menemani kopi hangat. pilihan gue biasanya sih jatuh kepada kokosbollar ini.. konon ada yang menyebut kue ini munkar, mums, chokladbollar atau gräddbullar.. lain daerah lain sebutannya!
5. som tam thai
dari namanya makanan ini jelas bukan makanan swedia! :) tapi karena gue pertama kali gue nemu salad ini di salah satu restoran thai di stockholm yang rasanya ternyata uenaaaaaaaaak banget, sepertinya gue perlu memasukkan makanan ini ke daftar makanan favorit ini. salad dari bahan pepaya muda ini rasanya seger dan pedas.. buat yang suka masakan asia, sekali nyoba dijamin ketagihan!
6. plaa nin taat
menu yang satu ini adalah sahabat kentalnya som tam thai.. ikan tilapia yang digoreng kering plus sambel kecap adalah pengobat rindu ikan gurame goreng yang agak mustahil ditemui di stockholm!
7. potatisgratäng
olahan kentang yang dipadukan dengan susu, cream (grädde), garam dan bawang ini menurut gue sebenarnya tidak memiliki rasa yang terlalu istimewa. tapi justru karena rasanya yang nggak aneh ini, potatisgratäng hampir selalu cocok dengan lidah siapapun, termasuk lidah gue yang sangat asia.
hal yang sangat berat bagi gue untuk men-judge suatu makanan untuk tidak gue sukai, karena pada dasarnya gue adalah pemakan segala.. terutama setelah gue hijrah ke swedia dan bernasib menjadi anak kos, makanan apapun rasanya bisa dengan cepat menyesuaikan dengan lidah gue.. so, berikut ini adalah 7 makanan yang ga begitu favorit buat gue, tapi kalo ada mungkin akan tetep gue makan juga, hehe..

1. semlor
kue ini biasanya muncul hanya menjelang paskah.. bentuknya menarik, tapi rasanya ternyata standar banget.. tidak seindah penampakannya..
2. lussekatt/lussebullar
lussekatt dalam bahasa swedia secara harfiah berarti kucing santa lucia.. apakah bentuk roti ini memang sepeti kucing?? entahlah! yang pasti rasanya sangat biasa saja, malah cenderung hambar.. again, tidak seindah penampakannya.. roti dengan hiasan 2 buah kismis ini biasanya muncul menjelang hari santa lucia yang dirayakan umat kristen di swedia setiap tanggal 13 desember.
3. dammsugare
entah kenapa kue berwarna hijau ini diberi nama dammsugare yang artinya vacuum cleaner/penyedot debu.. mungkin karena bentuknya kali ya?! ketika pertama kali gue liat kue ini, yang ada di bayangan gue adalah pisang & coklat meses di dalamnya yang digulung bolu beraroma pandan.. hmmm, tapi ternyata bukan.. entah dari apa dibikinnya, yang jelas rasanya terlalu manis.. kalo orang sunda bilang sih ’giung’.. tapi mungkin akan pas kalo makan kue ini diiringi dengan kopi pahit.
4. prinsesstårta
kue ini juga ternyata ’giung’, rasanya lebih mirip permen karet.. padahal bentuk dan warnanya sangat menggoda!
5. gravlax
ikan salmon yang diawetkan ini biasanya disajikan sebagai makanan pembuka.. diiris tipis-tipis, dimakan dengan roti dan mustard.. gue sih ngeliatnya aja udah enek duluan. mendingan sashimi kemana-mana deh! :D
6. surströmming
ini adalah ikan herring yang difermentasi.. katanya sih baunya sangat kuat, ngalahin durian!.. gue sendiri ga pernah nyobain makanan ini karena udah ngeri duluan ngedenger cerita-cerita orang mengenai baunya yang sangat mengganggu itu..
7. knäckebröd
roti keras ini biasanya adalah menu makan pagi orang swedia. dipadukan dengan keju, selai, gravlax, caviar, atau apapun.. rasanya sih gak aneh, tapi teksturnya keras dan kayaknya kering sekali.. ga cocok buat gue yang selalu makan pagi terburu-buru, bisa-bisa malah tersedak..
Subscribe to:
Posts (Atom)


